Ahok-Djarot Menang Dalam Hitungan Cepat Pada Putaran Pertama Pilgub DKI Jakarta - Pada pukul 19.00, beberapa lembaga survei telah merilis hasil hitung cepat atau quick count. Rata-rata sampel yang masuk telah mencapai lebih dari 100 persen. Dari banyak lembaga survei yang melakukan hitung cepat, mayoritas menempatkan pasangan Ahok-Djarot unggul dari pasangan lain. Menurut lembaga survei Polmark Indonesia, Ahok-Djarot unggul dengan 42,27 persen suara sementara, diikuti oleh Anies-Sandi dengan perolehan 39,77 persen, dan Agus-Sylvi dengan 17,96 persen.
![]() |
| Hasil Perhitungan Cepat Ketiga Calon Gubernur Dan Wakil Gubernur DKI Jakarta |
Jika angka hasil hitung cepat lembaga-lembaga ini tidak meleset terlalu besar dari hasil perhitungan resmi KPU kelak, pemilihan gubernur DKI Jakarta ini akan berlangsung dua putaran antara Basuki-Djarot dan Anies-Sandi.
Peneliti LSI Ade Mulyana kepada pers mengatakan, dengan hasil hitung cepat tersebut, maka pasangan Ahok-Djarot dan pasangan Anies-Sandi maju ke putaran II Pilkada DKI, sedangkan pasangan Agus-Sylvi tersingkir dari putaran II, seperti dikutip dari Antara. Kendati demikian, kata Ade, masyarakat diharapkan menunggu hasil resmi Pilkada DKI 15 Februari 2017 versi penghitungan total KPU DKI pada akhir Februari.
Metodologi hitung cepat LSI dengan mengambil sampel 350 TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang tersebar secara proporsional dan dipilih secara acak di seluruh Jakarta. Data hasil Pilkada yang masuk ke server LSI sebesar 95.71 persen dari 350 TPS, Rabu, pukul 16.50 WIB. Pemilih Pilkada DKI mencapai 77,69 persen dan tingkat golput (tidak mengikuti pilkada) 23,31 persen.
Sementara itu, Jumlah pemilih resmi pada pilkada DKI 2017 sebanyak 7.108.589 orang dan jumlah TPS sebanyak 13.023 TPS se-Jakarta. - Ahok-Djarot Menang Dalam Hitungan Cepat Pada Putaran Pertama Pilgub DKI Jakarta







0 komentar:
Posting Komentar